Pembelajaran Sosiologi Yang Bermakna


Sosiologi menjadi salah satu mata pelajaran pada jenjang SMA semenjak Kurikulum 1984 sampai dengan Kuirikulum 2013. Pada dokumen-dokumen kurikulum dalam kurun waktu 1984 sd. 2013, pembelajaran sosiologi di SMA sesungguhnya memiliki peran yang strategis dalam membangun kompetensi dan karakter generasi bangsa. Melalui mata pelajaran sosiologi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa SMA untuk mengaktualisasikan potensi-potensi diri mereka dalam mengambil dan mengungkapkan status serta peran masing-masing dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat dimana mereka tinggal yang tentu saja terus mengalami perubahan dari masa ke masa.

Melalui pengalaman belajar (learning experience) yang didapatkan siswa dalam mata pelajaran Sosiologi, diharapkan bisa membentuk siswa SMA yang mampu melakukan refleksi atas semua peristiwa-peristiwa sosial yang dijumpainya dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Ini pula yang sesungguhnya menjadi nilai plus yang dimiliki mata pelajaran sosiologi dimana hal-hal yang dipelajari merupakan hal-hal yang nyata ada di sekeliling kehidupan siswa dimanapun ia berada. Oleh karena itu, harapan melalui mata pelajaran sosiologi adalah proses pembelajaran sosiologi di SMA bisa menjadi jembatan bagi siswa untuk mempertajam rasa keingintahuannya, analisis sosial, serta memperluas pandangan siswa dalam menjalani dan terlibat pada kehidupan kesehariannya di masyarakat.

Tujuan Pembelajaran Sosiologi
Dokumen Kurikulum 2013 menegaskan bahwa Mata pelajaran Sosiologi diajarkan untuk mencapai tujuan-tujuan khusus sebagai berikut: 1) meningkatkan penguasaan pengetahuan Sosiologi di kalangan peserta didik yang berorientasi pada pemecahan masalah dan pemberdayaan sosial; 2) mengembangkan pengetahuan Sosiologi dalam praktek, atau praktek pengetahuan Sosiologi untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah sosial; 3) menumbuhkan sikap religius dan etika sosial yang tinggi di kalangan peserta didik sehingga memiliki kepekaaan, kepedulian dan tanggungjawab memecahkan masalah-masalah sosial. Untuk mencapai tujuan tersebut, materi-materi pembelajaran yang diajarkan dengan berorientasi pada penumbuhan kesadaran individual dan sosial (kelas X), kepekaan dan kepedulian terhadap masalah-masalah sosial dan tanggungjawab pemecahan masalah sosial (kelas XI), dan kemampuan untuk melakukan pemberdayaan sosial (kelas XII)
Hakekat Pembelajaran Sosiologi di SMA
Pembelajaran sosiologi diberikan di SMA dimaksudkan untuk mengembangkan kemampuan para siswa SMA tentang pemahaman fenomena kehidupan masyarakat dengan segala problematikanya yang ada dalam kehidupan sehari-hari mereka. Materi pelajaran sosiologi mencakup konsep-konsep dasar, pendekatan, metode, dan teknik analisis dalam pengkajian berbagai fenomena dan permasalahan yang ditemui dalam kehidupan nyata di masyarakat. Sehingga idealnya pembelajaran sosiologi di SMA tidak hanya mengajarkan tentang konsep-konsep, namun sampai pada bagaimana menggunakan konsep-konsep dasar sosiologi, pendekatan, metode dan teknik analisis untuk mengkaji berbagai fenomena dan permasalahan yang dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari mereka di masayarakat.

Pendekatan Pembelajaran Sosiologi di SMA
Pembelajaran sosiologi yang bermakna hendaknya mampu memfasilitasi siswanya untuk mengaktualisasikan potensi-potensi diri mereka dalam mengambil dan mengungkapkan status serta peran masing-masing dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat dimana mereka tinggal. Konkritnya kelas-kelas pembelajaran sosiologi hendaknya secara komprehensif memfasilitasi siswanya untuk: 1) menguasai pengetahuan Sosiologi, 2) mengembangkan praktek-praktek pengetahuan Sosiologi untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa dalam memecahkan masalah-masalah sosial, dan 3) menumbuhkan kepekaaan, kepedulian dan  tanggungjawab memecahkan masalah- masalah sosial. Bagi guru sosiologi, ada beberapa hal penting untuk mengimplementasikan konsep ini, yaitu: 1) memahami setiap kompetensi dasar (KD) dengan benar, 2) mengembangkan indikator pencapaian kompetensi (IPK) yang sesuai untuk mencapai KD; 3) mengembangkan aktivitas pembelajaran (pengalaman belajar) yang selaras dengan IPK; 4) mengembangkan RPP yang mengakomodasi aktivitas pembelajaran (pengalaman belajar) beragam dan sesuai untuk mencapai IPK; dan 5) mengembangkan bahan ajar, lembar kegiatan siswa, serta media yang sesuai dan dibutuhkan untuk mencapai IPK, dan 6) mengembangkan instrumen penilaian untuk melihat ketercapaian IPK.


Powered by Blogger.